Menyemai Gagasan, Menjembatani Kolaborasi: Academic Conference 2026 Korean Center Indonesia x Global Future Higher Education Association

Pada 27 Januari 2026, suasana akademik di Bali terasa berbeda. Melalui kolaborasi antara Korean Center Indonesia dan Global Future Higher Education Association, sebuah Academic Conference digelar sebagai forum resmi bagi para akademisi dan profesional untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, sekaligus mempresentasikan hasil penelitian sesuai bidang keahlian masing-masing.

Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga ruang perjumpaan lintas budaya dan disiplin ilmu. Sebanyak 10 profesor dan profesional dari Korea Selatan hadir dan terbagi ke beberapa institusi pendidikan di Bali, menyesuaikan dengan bidang pengabdian dan riset mereka.

Kunjungan Akademik Sejalur Bidang Pengabdian

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan paralel ke empat institusi pendidikan di Bali.

WIN School: Pendidikan Anak dan Penguatan Guru

Tiga akademisi—Prof. Kim Minhwa, Prof. Lee Choungmee, dan Prof. Jung Wook Hee—mengunjungi WIN School. Dengan latar belakang pendidikan dan pengembangan guru anak usia dini, kunjungan ini menjadi ruang diskusi mengenai metode pembelajaran, penguatan kapasitas pendidik, serta pendekatan pendidikan berbasis karakter. Interaksi yang terjalin membuka peluang refleksi bersama tentang bagaimana pendidikan dasar menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan.

UNBI: Perspektif Farmasi dan Kesehatan

Dua profesor, Prof. Jang Yohan dan Prof. Hwang Seung Rim, mengunjungi Universitas Bali Internasional (UNBI). Salah satu fokus materi yang dibagikan adalah arah pendidikan College of Pharmacy di Korea, termasuk pengembangan riset farmasi, kolaborasi industri-akademik, hingga inovasi dalam terapi kanker berbasis nanoteknologi dan exosome.

Materi yang dipresentasikan menggambarkan bagaimana pendidikan farmasi di Korea tidak hanya menyiapkan tenaga profesional, tetapi juga peneliti yang berperan dalam pengembangan obat, manufaktur farmasi, serta layanan klinis berbasis riset mutakhir.

Primakara University: AI dan Biometrics

Tiga profesor—Prof. Jae-Ho Han, Prof. Lee Seonhee, dan Prof. Park Si-Hyun—mengunjungi Primakara University dengan fokus pada bidang teknologi.

Salah satu materi yang dibawakan membahas AI-based Biometrics, mulai dari pengenalan teknologi identifikasi berbasis sidik jari, iris, wajah, hingga tantangan etika dalam penggunaan data biometrik. Diskusi berkembang pada bagaimana kecerdasan buatan dan sistem identifikasi digital dapat diterapkan secara aman, efisien, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan privasi.

Topik ini terasa relevan di tengah transformasi digital global, di mana keamanan data dan identitas menjadi isu krusial dalam pengembangan teknologi masa depan.

IPBI: Kelas Bahasa Korea dan TOPIK Reading

Di IPBI, dua tamu—Prof. Kim Chunghui dan Mrs. Yoo Seung Young—mengajar sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam UKM Korea kampus tersebut. Materi yang diberikan berfokus pada TOPIK (Test of Proficiency in Korean) section reading, melatih pemahaman bacaan, analisis ide pokok, serta strategi menjawab soal secara efektif.

Suasana kelas berlangsung interaktif, dengan mahasiswa aktif menjawab dan mendiskusikan soal-soal yang disajikan. Kegiatan ini bukan hanya pelatihan bahasa, tetapi juga pengalaman belajar langsung bersama pengajar dari Korea Selatan.

Main Event: Guest Lecture di IPBI

Puncak kegiatan hari pertama berlangsung di IPBI melalui sesi Guest Lecturer oleh Dr. Agus Made Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA dengan topik:

“Bali’s Sustainable Tourism and Leadership”

Dalam pemaparannya, Dr. Agus menekankan pentingnya paradigma regenerative tourism—pariwisata yang tidak hanya mempertahankan keberlanjutan, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat lokal. Konsep ini sejalan dengan tren global di mana wisatawan kini semakin peduli terhadap kontribusi ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.

Diskusi berkembang pada bagaimana kepemimpinan di sektor pariwisata Bali perlu bertransformasi, mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan.

Hari Kedua: Transformasi Digital dan Sumber Daya Bahasa Nasional

Pada 28 Januari 2026, rombongan melanjutkan kunjungan ke BRIDA untuk melihat langsung ekosistem riset dan inovasi daerah. Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Balai Bahasa Provinsi Bali.

Di Balai Bahasa, Prof. Jang Yohan mempresentasikan materi berjudul:

“Digital Transformation and Utilization of National Language Resources”

Materi ini membahas pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya bahasa nasional—mulai dari korpus bahasa, kamus, hingga analisis morfologi teks historis. Transformasi digital memungkinkan data bahasa tidak hanya disimpan, tetapi juga dianalisis secara luas untuk kepentingan riset, pendidikan, hingga pengembangan teknologi berbasis AI dan NLP.

Topik ini membuka perspektif baru tentang bagaimana bahasa, sebagai identitas bangsa, dapat terhubung dengan inovasi teknologi masa depan.

Lebih dari Sekadar Konferensi

Selain presentasi dan pengajaran, para tamu juga melakukan observasi di setiap lokasi kunjungan sebagai bagian dari kepentingan riset mereka di Korea Selatan. Walaupun detail penelitiannya beragam, jelas bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari jejaring akademik yang lebih luas.

Academic Conference ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas negara dapat terwujud secara konkret—melalui dialog ilmiah, pengajaran langsung, observasi lapangan, hingga diskusi kebijakan.

Melalui kegiatan ini, Korean Center Indonesia dan Global Future Higher Education Association tidak hanya menyelenggarakan forum akademik, tetapi juga menanam benih kerjasama jangka panjang antara institusi di Bali dan Korea Selatan. Sebuah langkah kecil yang berpotensi melahirkan dampak besar di masa depan.


다음 이전